gusTALKS |Journey, Review, Blogging and Information Technologie

Sudut Kota Tua-Ku dg "Mbah Kerto" III

Hai..sahabat wirut....pakabar semua. mohon maaf beberapa minggu ini belum bisa bw ke teras sahabat2 semua, pastinya bukan sibuk...tapi menyibukkan diri..hehehe.
seperti janji saya yang lalu, perjalanan ke 3 ini saya akan ajak sahabat2 semua untuk lebih masuk ke dalam di sudut2 kota tua-ku. pastinya saya ngga bisa banyak komen untuk gedung2 peninggalan jaman belanda dengan segala kondisinya saat ini. sahabat2 akan nikmati sendiri sejauh mana perhatian pemerintah daerah khususnya juga masyarakat umumnya, dengan kondisi peninggalan2 bersejarah. apapun kondisi dan bentuknya yang jelas bangunan2 peninggalan tersebut sangatlah mengagumkan.....
yuk...kita liat kayak gimana sih sudut2 paling dalem di kota tua-ku......


gb diatas adalah gedung PELNI, salah satu dari sekian bangunan tua yang terawat


bangunan milik GKBI, bangunan ini berdampingan dengan bangunan milik PELNI


nah ni gedung kasihan banget, tidak terjamah sama sekali, memprihatinkan....


gedung diatas saat ini milik PEMDA TK.I Jateng (Perusahaan Daerah), namun melihat kondisinya, gedung ini tidak difungsikan


salah satu sudut bangunan milik PTP XVII berada ditepi kali Semarang (kali Berok)


Bangunan milik PTP XVII tampak dari depan


bangunan yang beralih fungsi yang tidak semestinya


salah satu sudut didalam kota lama/tua, suasana siang hari


bangunan yang tidak difungsikan lagi....mangkrak

nah bagaimana pendapat sahabat2 lihat peninggalan bersejarah dengan kondisi seperti digambar2 tersebut ? masihkah kita terobsesi akan modernisasi sehingga mengambil keputusan untuk melakukan penghancuran dan pembongkaran peninggalan budaya....NAIF banget gitu looh

[ Read On ]

Identitas Bangsa Ini Adalah….KITA !!!

Saya…mengajak kepada seluruh saudara2 Bangsa Indonesia
Adilkan fikiran untuk melihat cahaya
Yang terbit dari hati sesama saudara kita sebangsa.
Identitas kita yang utama bukanlah aku, engkau, tetapi kita
Mari kita cairkan hati kita, tawadhu' pada Allah
Dan rendah hati sesama manusia
Kalau hati kita beku, kita sendiri yang akan pecah
Siapa yang cinta kepada dunia ?
Dunia akan meninggalkan dan memusnahkannya
Siapa yang kangen pada Allahnya ?
Siapa yang rindu kepada Tuhannya ?
Pastilah akan dilindungi dan dibela-Nya
Siapa yang minta Safa'at Rasulnya ?
Dunia jadi ringan baginya, tentram hatinya, lancar hidupnya
Siapa yang bisa menolong kita ?
Hanya Nur Allah Azza Wajalla, juga Safa'at Rosul kasih-Nya.




[ Read On ]

Sudut Kota Tua-ku dg “Mbah Kerto” II

Perjalanan ke II ku menuju kota tua kali ini tidak dibarengi dengan “Mbah Kerto”, Kebetulan si Mbah saat ini sedang “opname”, mungkin butuh waktu antara 2 s/d 3 bulan untuk memulihkan semua pegel2 tubuhnya,...do’ain ya sahabat2, ntar abis “opname” pasti aku posting deh..hehe...hikhikhik. Yang pasti perjalanan menguak kota tuaku tetep berjalan sewajarnya tanpa dampingan beliau. Sebab setelah ditelusuri sudut2 kota tuaku semakin membuat jemari ini tak mau berhenti untuk mengabadikan lekukan2 tubuh perkasa namun lembut dan nyaman dipandang mata. Perjalanan ini aku mulai jam 08.00 wib bertepatan dengan berseliwerannya para pekerja yang melakukan rutinitas harian yang memang wajib hukumnya mereka lakukan, sebab kalo tidak yg pasti terjadi adalah “DAPUR TIDAK NGEPUL”….dilema juga…..
Tapi dari pancaran mata mereka masih menunjukkan semangat yang luar biasa untuk membuat kebahagian kecil (bagi keluarga) dengan harapan yg besar tentunya. senyum kebahagiaan masih menggelayuti setiap detik kebersamaan dengan keluarganya, itulah niatannya. Berat memang, mempertahankan bahkan menstabilkan ‘emosi’ disaat himpitan ekonomi semakin ciut buat kita, namun harapan dan asa jangan pernah tertanggal bahkan tertinggal dari kita…..wadah kok semakin sentimentil gini ya…….udahlah ngalir aja ya…
Balik lagi yuk ke perjalanan ke II ku ni, yang pasti sepanjang hunting ke kota tua mata ini hampir ngga berkedip menyaksikan keindahan yang terpendam dari bangunan2 kokoh (saat itu) sampai sekarang, namun kekuatan untuk mempertahankan bahkan memelihara yang masih jauh dari harapan. Sangat disayangkan sebenarnya melihat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang luar biasa besarnya dengan mengembangkan wisata kota tua, daripada hanya tergeletak lesu dan terlihat tidak memancarkan lagi kegairahan. Kenapa ya…..kenapa peluang2 itu seakan tidak terlihat mata para “Pengambil Keputusan” untuk memelihara dan merawat layaknya seorang anak kecil kehausan untuk “menetek” ibunya. Foto2 ke 2 ni masih disekitar kota tua, karena emang disinilah pusat bangunan tua jaman belanda berdiri. Sejarah kota semarang terbagi menjadi dua bagian, satu adalah Semarang Atas yang banyak mempertontonkan view pegunungan, dan satunya lagi Semarang Bawah dengan ciri “ROB” nya (banjir) walaupun ngga ada hujan,hehe….makanya muncullah tembang kenangan Semarang dengan “Semarang kaline banjir, jo sumelang jo di piker………”. wilayah kota lama atau Semarang bawah merupakan wilayah bermukimnya orang belanda dan eropa yang memiliki kegiatan sebagai pedagang. Dan masih menurut sejarah, wilayah ini dulu ada benteng yang membatasi atau mengelilingi bangunan atau rumah2 orang belanda dan eropa tersebut yang berbentuk segi lima atau de vijfhoek. Dengan tembok ini pula bisa dibedakan mana rumah para noni2 belanda dan mba’yu2 pribumi atau de javansche negarijen (kampung pribumi). makanya kota tua merupakan ikon kota Semarang (sebenarnya) karena memiliki wilayah khusus yang terdapat banyak bangunan tua bersejarah dengan perpaduan gaya arsitektur pada jamannya dengan sedikit diberi sentuhan lokal. Ada arsitektur belanda, cina, eropa sekaligus perpaduan jawa dengan Joglonya. Kota lama/tua Semarang disebut juga dengan the little Netherlands.
Nah gambar2 kali ini saya abadikan cukup dengan 'kamera pocket Mpix 5.0 MP', walaupun begitu tidak mengurangi kontens gambar yg ada..hehehe *ngeles*, masih tetep bagus gambarnya kok. Ok yuk kita mulai tatap kekokohan bangunan tua walaupun udah termakan usia….kita buktikan…..yuk


Ini dia yang mengilhami tembang "Semarang kaline banjir........." (gambar kali semarang)


Gedung ini sekarang difungsikan oleh salah satu Bank Swasta


ini rumah salah satu pendeta pada jaman belanda, saat ini difungsikan sebagai "Restoran"



Salah satu sudut Kota Tua yang belum terjamah


salah satu rumah pengusaha pada jaman belanda, saat ini bangunan ini kosong tak bertuan


Gereja Blenduk diambil dari sudut taman, masih memperlihatkan kegagahan bangunannya


Klo ini yang punya lg berlatih "Narsis" hehehehe........kalo dapet pr udah siap


"Jangan jadikan alasan atas nama pembangunan, klo hanya untuk menghancurkan bangunan2 bersejarah, seharusnya pembangunan itu merupakan proses kesinambungan budaya yang harus dipertahankan"

Ok sahabat semua, besok sambung lagi ya.....









[ Read On ]

© 2008 Design: gusTALKS © Support:major seo and socialsbookmark
+Talking about journey,inspiring and blogging+